Anggota DPRD Barito Utara/Partai Demokrat Ardianto.(foto dok)

Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Ardianto, mendorong pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan memperkuat sarana dan prasarana (sarpras) pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kecamatan Teweh Selatan dan Desa Bintang Ninggi II.

Menurut Ardianto, keterbatasan peralatan menjadi salah satu kendala dalam penanganan karhutla di lapangan. Kondisi kebakaran yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir juga dinilai semakin sulit dikendalikan, terutama ketika angin kencang menyebabkan bara api berpindah dan memunculkan titik api baru. Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti rapat koordinasi (rakor) penanganan karhutla di Aula Kecamatan Teweh Selatan, Selasa (15/9/2026).

Ardianto mengatakan, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan jumlah personel. Ketersediaan peralatan seperti mesin pompa, selang dan kendaraan operasional menjadi faktor penting untuk mempercepat respons ketika titik api ditemukan. “Kalau masalah tenaga, saya kira lebih dari cukup. Alatnya saja yang kurang. Alatnya minim,” tegas Ardianto.

Ia mengungkapkan, kebakaran di wilayah Teweh Selatan telah berlangsung sekitar satu bulan. Kondisi angin kencang membuat api berpotensi menyebar jauh dari lokasi awal sehingga menyulitkan upaya pelacakan sumber api.

Rekomendasi Berita  Rujana Apresiasi Peran Bunda PAUD dalam Penguatan Layanan Pendidikan

Ardianto mencontohkan kebakaran yang terjadi di lahan miliknya. Meskipun telah dibuat sekat bakar dengan lebar lebih dari enam meter melalui bantuan perusahaan, api tetap dapat masuk ke area perkebunan akibat terbawa angin. “Lahan saya sudah disekat, lebarnya lebih dari enam meter. Tetapi saat angin kencang, api datang dari arah selatan. Tiba-tiba di tengah kebun saya sudah muncul api dan asap,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, sekitar empat hektare kebun miliknya ikut terbakar. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa api dapat berpindah dari lokasi lain dan tidak selalu berasal dari lahan yang terdampak kebakaran. Karena itu, Ardianto mendorong upaya pencegahan dilakukan lebih awal melalui pemetaan kawasan yang memiliki potensi tinggi terbakar. Ia menyebut telah menyampaikan masukan kepada Pemerintah Desa Bintang Ninggi II agar melakukan deteksi dini terhadap kawasan rawan karhutla.

Menurutnya, pemetaan dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi drone maupun melalui kerja sama dengan perusahaan yang memiliki peralatan pendukung. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mendeteksi titik rawan sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran. Ia berharap, penguatan sarpras dan sistem deteksi dini dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadapi karhutla, sehingga penanganan di lapangan dapat dilakukan lebih cepat dan potensi meluasnya kebakaran dapat ditekan. (Ed)