Ilustrasi - Pil putih yang diduga buat mabuk dan halu warga Kalsel beberapa pekan belakangan ini. Foto: Pexels.com

kabarmuarateweh.id, BANJARMASIN – Dalam beberapa pekan belakangan ini warga Kalimantan Selatan (Kalsel) dihebohkan dengan kabar puluhan orang harus dirawat karena mabuk dan berhalusinasi.

Pada awalnya tanaman jenis buah kecubung dianggap sebagai biang keroknya mabuk dan halunya puluhan warga Kalsel. Ternyata bukan. Fakta terbaru mereka diduga mengonsumsi pil putih tanpa merek.

Seperti diketahui, sejumlah warga di Kalsel cukup familiar dengan pil putih atau pil carnophen yang mengandung PCC atau Paracetamol, Carisoprodol, Cafein.

“Dari pasien yang sudah sadar, mereka mengatakan kalau bukan kecubung yang dikonsumsi, melainkan pil putih tanpa merek,” kata Psikiater Konsultan Adiksi Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum dr Firdaus Yamani, SpKJ(K), dalam webinar Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), seperti dilansir okezone, Sabtu (20/7/2024).

Dalam kesempatan itu dr Firdaus mengatakan, bahwa pil putih tanpa merek ini biasa beredar di Banjarmasin dan sekitarnya, Bahkan, penjual pil putihnya hampir sama di semua kasus yang kemarin viral.

dr Firdaus bilang penjual pil putih tanpa merek itu menawarkan pil yang disebutnya ‘Pil Koplo’. Si penjual mengklaim produknya itu sebagai pil baru yang kemudian menarik masyarakat untuk mencobanya.

Rekomendasi Berita  Rizky Febian dan Mahalini Resmi Menikah

“Masyarakat banyak yang tertarik. Mereka bahkan ada yang minum dua hingga lima sekaligus. Nah, efek sampingnya ternyata berbeda dari pil carnophen yang biasa mereka konsumsi,” ujar dr Firdaus.

“Efek yang dialami lebih mirip ke efek mengonsumsi kecubung. Makanya, mereka mengira mereka mabuk kecubung,” imbuhnya.

“Efek yang dialami lebih mirip ke efek mengonsumsi kecubung. Makanya, mereka mengira mereka mabuk kecubung,” katanya.

Diwartakan sebelumnya, jumlah pasien diduga gegara mabuk tanaman kecubung (datura metel) yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, Kalsel, terus bertambah setiap harinya.

Berdasarkan data RSJ Sambang Lihum Banjar saat ini tercatat ada 47 pasien yang dirawat, dua di antaranya bahkan meninggal dunia.

Rata-rata pasien yang dirawat adalah remaja, mereka mengalami halusinasi dengan kondisi yang sangat lemah.

Bahkan pasien yang meninggal dunia sebanyak dua orang diduga mereka sebelumnya mengkonsumsi buah kecubung

Plt Dirut RSJ Sambang Lihum Banjar, Yuddy Riswandhy mengatakan, pasien yang dirawat berasal dari berbagai daerah seperti Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, Kapuas dan Banjarmasin.

Rekomendasi Berita  Ada Pengawet Natrium Dehidroasetat, BPOM Tarik Roti Okko, Namun Aoka ‘Aman’

“Efek dari konsumsi kecubung termasuk halusinasi berlebihan, terutama jika dosisnya tidak terkontrol,” ujar Yuddy, Kamis (11/7/2024).

Editor: Aprie