Foto ilulstrasi layanan counter ATM BRI. foto.Radarbojonegoro

kabarmuarateweh.id, MUARA TEWEH – Rita, seorang warga Jalan Meranti, Kelurahan Lanjas, Kecamatan Teweh Tengah, Kalimantan Tengah, terkejut setelah mengetahui saldo rekeningnya telah terkuras. Pedagang sembako tersebut tidak menyangka harus kehilangan dana sebesar Rp685 juta yang disimpan di rekening BRI Unit Lanjas.

Berdasarkan hasil komunikasi dengan pihak BRI, diketahui bahwa kehilangan dana di rekening Rita disebabkan oleh aksi scamming atau penipuan daring. Untuk mengungkap kasus ini, korban telah membuat laporan resmi ke Polres Barito Utara.

Rita, dalam wawancara menceritakan kasusnya menuturkan, kasus ini terjadi awalnya, sekira awal bulan Juli, bermula ia hendak mengurus NPWP pajak ibu nya.

Usai mengurus PNWP pajak sang ibu. Ia kembali mendapat telepon dari admin pajak, jika NPWP sang ibu tidak usah diaktifkan, karena hanya bekerja sebagai karyawan.

Selesai urusan di kantor pajak, tak berapa lama HP miliknya hangk alias rusak. Takut kenapa-kenapa, ia bergegas ke bank untuk minta blokir rekening.

“Karena duait di dalam rekening aman, saya tidak jadi memblokir rekening. Namun setelah berapa hari HP kembali hank alias rusak, tidak bisa di pakai dan tulisan di layar HP security reset 5 menit.

Rekomendasi Berita  Diikuti 26 Tim, Lomba Merpati Kolong Tingkat Nasional Diselenggarakan di Barut Berlangsung Meriah

Waktu itu saya hendak berencana transfer uang ke tante di Banjarmasin, sekaligus hendak menemui anak yang lagi perayaan ulang tahun,” bebernya.

HP mengalami Hank lumayan lama, dirinya berpikir harus pergi ke bank untuk kembali cek rekening. “Karena malam saya meminta satpam telepon kepala bank yang tak lama lalu datang. Setelah sama-sama melihat rekening, saya kaget lalu pingsan, karena uang di dalam rekening terkuras Rp685 juta,” kata Rita.

Pengakuan pihak bank, masalah ini akan ditelusuri BRI pusat, dan dirinya di suruh menunggu selama 10 hari.

“Saat dikasih tau ada 3 orang bank datang ke rumah, menceritakan, hasil investigasi pihak bank, mereka tidak ada kewajiban mengganti duit kami, dan kesalahan ada di kami,” ujarnya kepada wartawan.

Dikatakan Rita, dirinya sudah melaporkan kasus ini ke Polres Barut, atas saran dari pihak Bank BRI.

Menurutnya, kalau kejadian seperti ini membuat dirinya takut menyimpan uang di bank, lantaran tidak aman. “Padahal kami termasuk nasabah prioritas, tapi kajadiannya seperti ini uang hilang di dalam rekening,” kata Rita didampingi suaminya.

Rekomendasi Berita  Pj Bupati Barito Utara Dukung Konservasi Alam saat Kunjungi Yayasan Kalaweit

Dirinya juga meminta BRI ikut bertanggung jawab, dan uang di rekening bisa kembali dan tidak ada lagi nasabah BRI Muara Teweh lainnya yang menjadi korban,” tutupnya.

Di konfirmasi terpisah, Pemimpin Cabang BRI Muara Teweh Dwi Nur Cahyo  mengatakan, terkait dugaan tindak kejahatan siber berupa penipuan online (social engineering) yang menimpa salah satu nasabah BRI di wilayah Muara Teweh,  akibat modus penipuan yang mengaku sebagai petugas Direktorat Jenderal Pajak, kami sampaikan hal-hal, diantarnya

Dari kronologis pelaporan, nasabah menjadi korban social engineering melalui aplikasi ilegal yang dikirimkan oleh pelaku ke ponsel nasabah yang diterima melalui aplikasi WhatsApp (WA).

Melalui aplikasi ilegal tersebut pelaku kejahatan berhasil mengakses ponsel nasabah dan melakukan mirroring terhadap data pesan singkat (SMS), telepon, dan kontak, sehingga pelaku berhasil memperoleh OTP yang dikirimkan oleh sistem BRI ke ponsel nasabah.

Berdasarkan temuan, transaksi yang terjadi terkonfirmasi dilakukan dengan prosedur yang sah, di mana nasabah diduga menjadi korban tindak kejahatan Social Engineering karena mengklik tautan/link ilegal yang menyebabkan terjadinya kebocoran data. Akibatnya, pelaku berhasil memperoleh akses terhadap informasi rahasia dan melakukan transaksi pemindahan dana,” kata Dwi Nur Cahyo.

Rekomendasi Berita  Dukung Ketahanan Pangan, DPRD Mura Puji Kolaborasi Penanaman Jagung Serentak

BRI Muara Teweh lanjutnya, berempati atas hal terjadi, namun demikian bank hanya akan melakukan penggantian kerugian kepada nasabah apabila kelalaian diakibatkan oleh sistem perbankan.

Dalam kejadian ini, BRI turut prihatin dan BRI terus mengimbau kepada seluruh nasabah agar tidak mengunduh aplikasi dari tautan mencurigakan, serta tidak membagikan informasi rahasia seperti PIN, password, OTP, maupun data lainnya kepada pihak manapun, termasuk yang mengaku sebagai petugas bank.

BRI berkomitmen untuk terus melindungi dana dan data nasabah serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko kejahatan siber dan melakukan edukasi digital kepada nasabah melalui berbagai kanal resmi.

BRI menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta informasi rahasia nasabah melalui telepon, SMS, WhatsApp, maupun email.

Sementara itu Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febriyanto melalui Kast Reskrim AKP Ricky Hermawan, saat ditanya terkait raibnya uang nasabah BRI mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan.

“Saat ini kasusnya masih berproses, korban sudah diminta keterangan, sementar pihak perbankan belum,” kata Kast Reskrim.(*)

Penulis : Leonardo

Editor : Apri