Di Tengah Genangan Jati Padang, Warga Berjuang Lawan Penyakit dan Keletihan.

kabarmuarateweh.id – Banjir yang melanda kawasan Jati Padang, Jakarta Selatan, telah merendam rumah warga selama tiga hari berturut-turut dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan, di tengah ketidakpastian pasokan air bersih.

Warga Jati Padang kini menghadapi dampak serius akibat jebolnya tanggul Baswedan yang menyebabkan banjir besar di wilayah tersebut. Situasi semakin diperburuk oleh buruknya kualitas air serta banyaknya sampah yang terbawa arus banjir.

Ketua RW 6, Abdul Kohar, mengungkapkan bahwa air kotor yang masuk ke rumah-rumah warga telah memicu berbagai penyakit, seperti diare dan gatal-gatal. Ia menambahkan, ketergantungan masyarakat pada sumber air dari sumur tanah yang kini terkontaminasi menjadi persoalan utama dalam krisis yang sedang berlangsung ini.

Bencana ini mengungkapkan kerentanan infrastruktur Jakarta terhadap banjir. Keberlanjutan sistem drainase dan kesiapsiagaan pemerintah dalam menangani bencana perlu ditingkatkan. Selain itu, perilaku warga dalam menjaga kebersihan lingkungan harus lebih diperhatikan.

Saat air surut, warga Jati Padang dihadapkan pada tantangan pemulihan lingkungan dan kesehatan.(*)

Penulis : Leonardo