
Kabarmuarateweh.id – Anggota DPRD Barito Utara, Suhendra, menanggapi sejumlah tantangan yang disampaikan Bupati Shalahuddin dalam peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026. Ia menilai hal tersebut mencerminkan kondisi nyata yang masih dihadapi daerah dalam memperkuat kemandirian dan tata kelola pemerintahan.
Dalam sambutan tersebut disebutkan bahwa dari 546 daerah di Indonesia, 469 masih dalam kategori kapasitas fiskal lemah dan sangat bergantung pada dana transfer pusat.
Suhendra mengakui situasi serupa berpotensi berlaku di Barito Utara jika tidak ditanggapi serius dalam mengoptimumkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kemandirian fiskal itu kunci. Selama daerah masih bergantung pada dana transfer, inovasi dan akselerasi pembangunan akan terhambat. Kami mendorong Pemkab untuk lebih agresif menggali potensi lokal, termasuk di sektor perkebunan dan energi terbarukan, tanpa melanggar aturan,” ujar Suhendra.
Ia juga menyoroti fenomena daerah yang berjalan sendiri-sendiri, termasuk dalam pengelolaan sampah yang mencapai 16,2 juta ton per tahun secara nasional tidak terkelola secara lintas daerah.
Menurut Suhendra, Barito Utara harus mulai membangun skema kolaborasi dengan kabupaten tetangga untuk mengatasi masalah lingkungan dan infrastruktur bersama.
“Jangan ada ego sektoral. Otonomi daerah bukan berarti sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas daerah, terutama dalam pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dan pembangunan infrastruktur penghubung, akan memperkuat ketahanan daerah. Inilah makna nyata dari tema ‘Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita’,” pungkas Suhendra.(*)
Penulis : Yehezkiel
Editor : Dadang Hardiwan













