Foto Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Sri Neni Trianawati

kabarmuarateweh.id – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Sri Neni Trianawati, menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian naskah kuno yang dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dissiptaka) Barito Utara. Ia menilai langkah tersebut penting dalam menjaga warisan sejarah dan budaya daerah agar tetap lestari.

Dukungan itu disampaikan seiring pelaksanaan pameran naskah kuno di Gedung Kearsipan dan Perpustakaan Barito Utara, yang menampilkan mushaf Al-Qur’an tulisan tangan berusia 156 tahun. Pameran tersebut dinilai menjadi sarana edukasi sekaligus upaya mengenalkan nilai-nilai sejarah kepada masyarakat luas.

Pameran yang berlangsung sejak 24 Februari hingga 13 Maret 2026 itu mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan, termasuk dari legislatif daerah. Sri Neni Trianawati menilai kegiatan ini sangat penting dalam rangka menjaga dan memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Dissiptaka yang tidak hanya menyimpan naskah kuno, tetapi juga berani menampilkannya ke publik. Ini adalah bentuk nyata pelestarian budaya yang patut didukung. Al Quran tulisan tangan 156 tahun yang ditulis oleh H.M. Tasin ini adalah bukti sejarah penyebaran Islam di Barito Utara yang tak ternilai harganya,” ujar Sri Neni, Jumat (6/3/2026).

Rekomendasi Berita  Legislator Barut Sambut Baik Rencana Bupati Bangun Jembatan Lemo di Safari Ramadan

Politisi perempuan ini juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam menjaga naskah kuno sebelum akhirnya diserahkan kepada pemerintah. Mushaf Al Quran bersejarah tersebut selama lebih dari satu abad dijaga secara turun-temurun oleh keluarga H.M. Tasin, dari anak, cucu, hingga cicit, sebelum akhirnya diserahkan oleh H. Afuw Anwar kepada Dissiptaka Barito Utara.

“Ini menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian warisan leluhur. Saya berharap semakin banyak keluarga yang terinspirasi untuk menyerahkan naskah-naskah kuno yang mereka miliki kepada pemerintah agar dapat dirawat dengan baik dan dipelajari oleh masyarakat luas,” tambahnya.

Selain Al Quran kuno, Sri Neni juga mengapresiasi ditampilkannya dua naskah khutbah Idul Fitri dan Idul Adha yang masing-masing telah berusia 93 tahun dan 83 tahun. Menurutnya, naskah-naskah tersebut memiliki nilai sejarah dan keilmuan yang tinggi.

“Khutbah yang ditulis oleh H. Abdullah bin H.M Saleh dan H. Abdul Aziz bin H. Abdurrahim ini menunjukkan bahwa sejak dulu masyarakat Barito Utara sudah memiliki tradisi keilmuan yang kuat. Ini harus menjadi inspirasi bagi generasi sekarang,” tuturnya.

Rekomendasi Berita  Anggota DPRD Soroti Pentingnya Pembentukan Karakter di Dunia Pendidikan

Sri Neni berharap ke depan pameran serupa dapat digelar secara rutin dan menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa. Ia juga mendorong Dissiptaka untuk mendigitalisasi naskah-naskah kuno tersebut agar tetap dapat diakses meskipun kondisi fisiknya rentan rusak.

“Saya akan mendorong di DPRD agar program pelestarian naskah kuno ini mendapatkan perhatian dan dukungan anggaran yang memadai. Ini adalah aset budaya yang tidak boleh hilang ditelan zaman,” tegasnya.(*)

Penulis : Yehezkiel

Editor : Apri