
KABARMUARATEWEH.ID Perayaan Hari Gizi sekaligus untuk mengingatkan publik bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai masalah gizi, baik berbagai jenis kekurangan maupun pada sebagian kasus juga terjadi obesitas.
Prof. Tjandra membeberkan sepuluh hal terkait pengendalian stunting. Rekomendasi itu berdasarkan publikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dan UNICEF.
Berikut sepuluh rekomendasi tersebut:
- Memperbaiki data dan pemahaman tentang stunting serta meningkatkan cakupan program pencegahannya.
- Menetapkan kebijakan serta memperkuat intervensi tentang kesehatan dan gizi maternal, mulai dari sejak remaja putri.
- Mengimplementasi intervensi untuk penerapan ASI eksklusif dan kebijakan penyertanya.
- Memperkuat intervensi di masyarakat (“community-based intervention”), termasuk kegiatan higiene, sanitasi dan penyediaan air (“water, sanitation and hygiene – WASH”), meindungi anak dari penyakit diare, malaria, kecacingan serta gangguan lingkungan yang menyebabkan infeksi subklinis.
- Memperbaiki dan memperluan pelayanan kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di seluruh pelosok negeri.
- Ketersediaan anggaran kesehatan yang memadai, tentu termasuk untuk penanggulangan stunting dari hulu ke hilir.
- Menjamin pasokan rantai pangan agar tersedia dan terjangkau oleh masyarakat di berbagai daerah, dari pertanian sampai ke piring masyarakat (“from farm to plate”).
- Meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga untuk membeli bahan makanan yang diperlukan (“purchasing power”).
- Menjamin tingkat pendidikan remaja putri dan kaum wanita.
- Komitmen dan kepemimpinan politik (“political leadership”) yang berpihak pada kesehatan, khususnya pada kegiatan promotif dan preventif tanpa meninggalkan kegiatan kuratif rehabilitatif.
v













