
kabarmuarateweh.id – Di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva mengeluarkan ultimatum tegas terkait kesepakatan dagang antara Uni Eropa dan Mercosur.
Kesepakatan yang telah dibahas selama bertahun-tahun itu hingga kini belum juga mencapai kata sepakat. Lula menegaskan bahwa jika perjanjian tersebut tidak berhasil disepakati bulan ini, Brasil tidak akan menandatanganinya.
Kesepakatan ini penting bagi kedua pihak, mengingat potensi perdagangan besar antara dua blok ekonomi ini. Namun, perbedaan pandangan mengenai isu lingkungan dan tarif masih menjadi penghalang. Uni Eropa menuntut jaminan lingkungan lebih ketat, sementara Mercosur menginginkan akses pasar yang lebih luas.
Sikap tegas Brasil bisa dilihat sebagai strategi negosiasi untuk menekan Uni Eropa agar lebih fleksibel. Namun, hal ini membawa risiko menghambat hubungan dagang yang bisa menguntungkan kedua belah pihak. Apakah langkah ini akan membuahkan hasil atau justru memperpanjang kebuntuan?
Kesepakatan EU-Mercosur adalah peluang besar yang disertai tantangan signifikan.(*)
Penulis : Leonardo













