
kabarmuarateweh.id – Komisi II DPRD Kabupaten Barito Utara menargetkan peningkatan produksi padi hingga 12.000 ton per tahun sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah yang dikenal dengan julukan Iya Mulik Bengkang Turan. Upaya ini dinilai penting guna memastikan ketersediaan pangan sekaligus mendorong sektor pertanian agar lebih produktif dan berkelanjutan.
Target tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, H. Taufik Nugraha saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pertanian Barito Utara yang digelar pada Selasa (7/4/2026). Dalam pertemuan itu, ia menegaskan perlunya sinergi dan langkah konkret untuk merealisasikan peningkatan produksi padi di daerah tersebut.
“Kami ingin ada peningkatan produksi padi yang signifikan, sekitar 12 ribu ton per tahun. Ini penting untuk menjaga ketahanan pangan kita ke depan,” ujar Taufik.
Dalam rapat tersebut, Taufik juga menyoroti rencana Dinas Pertanian untuk membuka lahan baru atau mencetak sawah. Ia mengingatkan agar pembukaan lahan tidak dilakukan sembarangan, terutama di kawasan hutan yang belum jelas statusnya.
“Jangan sampai membuka lahan cetak sawah tetapi tidak mengetahui itu adalah kawasan hutan. Nanti bisa berbenturan dengan izin, dan lahan tersebut justru ditarik oleh pemerintah pusat, seperti yang terjadi di wilayah-wilayah lain,” tegasnya.
Taufik berharap Dinas Pertanian lebih cermat dalam memetakan lahan yang benar-benar bisa digunakan untuk pertanian, sehingga target peningkatan produksi padi dapat tercapai tanpa menimbulkan masalah regulasi di kemudian hari.(*)
Penulis : Yehezkiel
Editor : Dadang Hardiwan













