
kabarmuarateweh.id – Polisi mengungkap modus operandi sindikat love scamming lintas negara yang baru-baru ini digerebek di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sindikat tersebut diketahui memanfaatkan aplikasi kloningan asal China yang berisi konten pornografi untuk menjebak korban dari berbagai negara Barat.
Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, menjelaskan bahwa para korban berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia.
“Aplikasi yang digunakan adalah aplikasi kloningan dari China bernama WOW. Konten foto dan video pornografi di dalamnya sudah disiapkan oleh perusahaan pusat,” ujar Riski kepada wartawan, Rabu, 7 Januari 2026.
Menurut Riski, para karyawan di Indonesia bertindak sebagai ‘agen’ yang menggunakan profil palsu. Mereka akan masuk ke dalam aplikasi menggunakan ID khusus dan ditempatkan secara acak dalam ruang obrolan (chat room) yang seluruhnya dikendalikan dari China.”Para karyawan ini mengaku sebagai sosok dalam konten pornografi tersebut. Itulah scam-nya,” jelasnya.
Selain konten yang sudah ada di aplikasi, perusahaan di Indonesia juga menambahkan materi porno yang diunduh dari internet secara manual ke perangkat kerja. Aktivitas para agen dipantau secara ketat, bahkan sistem akan memberikan notifikasi jika tidak ada pergerakan selama 10 menit.
Polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus ini, yaitu:
- R (35), selaku CEO atau pemilik di Indonesia.
- H (33), selaku HRD.
- P (28) dan M (28), selaku project manager.
- V (28) dan G (22), selaku team leader.
Dari penggerebekan yang dilakukan pada Senin 5 Desember 2026, polisi awalnya mengamankan 64 orang. Puluhan lainnya kini masih berstatus sebagai saksi.
Sejumlah barang bukti, termasuk 50 unit laptop, 30 ponsel, dan kamera pengawas, turut disita sebagai sarana tindak pidana.(*)
Penulis : Leonardo












