
kabarmuarateweh.id, LAMPEONG – Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, menegaskan pembangunan infrastruktur yang masuk dalam program prioritas 11–12 Gaspol menjadi langkah strategis untuk mendorong Barito Utara tampil unggul dibandingkan kabupaten lain di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito.
Menurut Felix, persaingan yang ingin dibangun bukanlah dalam arti negatif, melainkan sebagai pemicu percepatan pembangunan daerah.
“Kita ingin bersaing secara positif melalui peningkatan pembangunan. Target kita setidaknya unggul di kawasan DAS Barito, antara Murung Raya, Barito Selatan, Barito Timur, dan Barito Utara sendiri,” ujarnya saat memimpin Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Gunung Purei, Kamis, 5 Februari 2026.
Ia memaparkan, salah satu fokus utama program prioritas yang diusung bersama Bupati Shalahuddin adalah pembangunan tiga jembatan serta pelebaran jalan di dalam Kota Muara Teweh. Infrastruktur tersebut dinilai krusial untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satu proyek strategis yang disoroti adalah pembangunan Jembatan Sikan–Tumpung Laung, yang diharapkan mampu memangkas jarak tempuh dari Barito Utara menuju Palangka Raya secara signifikan.
Felix membandingkan kondisi akses lama yang kini semakin tidak efisien akibat kepadatan lalu lintas.
“Dulu perjalanan Muara Teweh ke Banjarmasin bisa ditempuh sekitar delapan jam, sekarang karena padatnya lalu lintas di Kalimantan Selatan bisa mencapai 12 jam,” jelasnya.
Karena itu, Pemkab Barito Utara mulai mengalihkan fokus ke jalur alternatif menuju Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya. Saat ini, perjalanan Muara Teweh–Palangka Raya masih memakan waktu sekitar 7–8 jam.
“Dengan pembangunan jalur dan jembatan ini, kita memangkas ratusan kilometer. Nantinya Muara Teweh ke Palangka Raya bisa ditempuh sekitar 4,5 jam, melalui Kandui–Montallat–Tumpung Laung, menyeberang ke Pendang, lalu ke Buntok dan Palangka Raya,” terang Felix.
Ia optimistis, percepatan pembangunan infrastruktur tersebut akan memperkuat posisi Barito Utara sebagai daerah strategis di kawasan DAS Barito sekaligus meningkatkan daya saing wilayah secara berkelanjutan. (*)
Penulis: Hewu
Editor: Apri













