
kabarmuarateweh.id – Legislator Barito Utara dari PKB, Parmana Setiawan, menyoroti ketidaksesuaian dalam pelaksanaan perbaikan jalan yang digunakan sebagai jalur hauling perusahaan batu bara di Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru. Ia menilai pekerjaan yang dilakukan belum memenuhi harapan pemerintah daerah maupun kebutuhan masyarakat.
Parmana menjelaskan bahwa bupati sebelumnya telah meminta perbaikan jalan menggunakan konstruksi rigid atau beton. Namun, menurutnya, pihak PT BBN sejauh ini baru melakukan perbaikan berupa perkerasan agregat, sehingga dinilai belum optimal dalam menjamin ketahanan jalan.
“Harusnya yang dilakukan rigid sesuai perintah bupati, tapi kenyataannya sekarang hanya agregat. Ini jelas tidak sesuai dengan apa yang diminta dan dibutuhkan oleh daerah,”kata anggota Komisi III ini, Rabu, 23 Januari 2026.
Ia juga mengamati seksama soal tanggung jawab bersama semua perusahaan pengguna jalan. Ia menyatakan selain PT. BBN, PT Batara Perkasa juga merupakan perusahaan yang aktif menggunakan jalan tersebut.
“Idealnya, PT. BBN dan PT. Batara Perkasa, dan perusahaan pengguna jalan lainnya, harus berembuk dan membagi tugas perbaikan ini secara adil. Semua pelaku usaha yang memakai jalan tersebut sepenuhnya harus bertanggung jawab bersama antarperusahaan,”terang dia.
Ia menerangkan, seharusnya penyelesaian masalah ini diinisiasi dan disepakati langsung oleh para pihak korporasi, tanpa harus menunggu campur tangan atau arahan dari Pemkab dan DPRD.
“Jangan sampai Pemkab dan DPRD terus menengahi atau memberikan arahan dasar. Misalnya PT. Batara Perkasa diketahui tak memiliki alat lengkap, ya silahkan dibuat kerja sama dengan PT. BBN atau perusahaan lain. Intinya, kolaborasi dan rasa tanggung jawab bersama itu yang utama,”tandas dia.(*)
Penulis : Yehezkiel
Editor : Apri













