Anggota DPRD Barito Utara H. Nurul Anwar.Ist

Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Nurul Anwar, mendukung rencana pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Menurutnya, pelatihan tersebut penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan ASN dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya ketika terjadi kebakaran di lingkungan perkantoran maupun fasilitas umum.

Nurul Anwar mengatakan, kemampuan melakukan penanganan awal sangat diperlukan sebelum kebakaran mendapatkan penanganan lebih lanjut dari petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat). “Pelatihan penggunaan APAR ini sangat positif. ASN perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar agar dapat mengambil tindakan awal secara tepat ketika terjadi kebakaran,” ujarnya di Muara Teweh, Rabu (5/8/2026).

Ia menilai pelatihan APAR juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan di lingkungan kerja. Pemahaman mengenai jenis kebakaran, penggunaan alat serta langkah evakuasi dinilai perlu diberikan secara berkala. Selain pelatihan APAR, Nurul Anwar juga mengapresiasi edukasi penggunaan gas LPG secara aman yang diberikan kepada ASN. Menurutnya, pengetahuan tersebut dapat membantu mencegah kebakaran yang disebabkan oleh kesalahan penggunaan LPG.

Rekomendasi Berita  Parmana Setiawan Dorong Pengelolaan dan Pengembangan Potensi Desa di Barito Utara

Ia berharap ASN yang telah mendapatkan edukasi keselamatan dapat turut menyampaikan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing. “Edukasi keselamatan jangan hanya berhenti di lingkungan kantor. ASN juga dapat menjadi bagian dari penyebarluasan informasi kepada masyarakat agar pengetahuan mengenai pencegahan kebakaran semakin luas,” katanya.

Nurul Anwar juga mendorong Damkarmat bersama pemerintah daerah untuk memperluas kegiatan edukasi dan pelatihan keselamatan hingga tingkat desa dan kelurahan. Menurutnya, peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan kebakaran serta penanganan awal akan membantu mengurangi risiko dan dampak ketika terjadi keadaan darurat.

Ia berharap, sinergi antara pemerintah daerah, Damkarmat, ASN dan masyarakat terus diperkuat sehingga kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran dapat ditingkatkan. “Yang paling penting adalah membangun kesadaran dan kesiapan bersama. Dengan pengetahuan yang cukup, penanganan awal dapat dilakukan dengan lebih tepat dan risiko kebakaran bisa diminimalkan,” tukasnya. (Ed)