PDAM Barito Utara Respons Keluhan Air Keruh Pelanggan.

kabarmuarateweh.id, MUARA TEWEH – Direktur Utama PDAM Barito Utara, Roosmanjaya Anor, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas kondisi air yang kerap mengalami kekeruhan dalam beberapa waktu terakhir.

Roosmanjaya mengakui bahwa permasalahan tersebut telah berlangsung cukup lama. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur produksi air bersih yang belum mampu mengimbangi pertumbuhan jumlah pelanggan yang terus meningkat.

“Untuk melayani jumlah pelanggan yang semakin banyak, kapasitas produksi air kami belum dapat ditingkatkan secara optimal. Hal ini berkaitan dengan belum tersedianya penambahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang memadai,” jelas Roosmanjaya kepada media ini di Muara Teweh, Selasa, 6 Januari 2026.

Ia menjelaskan, kondisi di Muara Teweh menjadi contoh nyata. Kapasitas terpasang IPA di wilayah tersebut seharusnya hanya 10 liter per detik. Namun, karena tuntutan kebutuhan yang tinggi dan minimnya jumlah IPA, PDAM terpaksa mengoperasikannya di atas kapasitas ideal.

“Karena kita kekurangan IPA, kita operasikan di atas 10 liter per detik. Sehingga endapannya (proses pengendapan kotoran) itu tidak sempurna, karena di sisi kecepatan (alirannya) sudah melebihi kapasitas seharusnya,” paparnya.

Rekomendasi Berita  Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dan Dasawisma Digelar TP PKK Barito Utara di Lanjas

Ketidaksesuaian kecepatan aliran dengan kemampuan pengolahan inilah yang diduga menyebabkan proses penyaringan dan pengendapan tidak optimal, sehingga air yang keluar ke pelanggan sering kali masih keruh.

Roosmanjaya kemudian menyampaikan harapan dan rencana perbaikan. PDAM menargetkan agar penambahan IPA baru dapat terealisasi pada tahun ini.

“Semoga tahun ini bisa terealisasi penambahan IPA, sehingga untuk operasionalnya nanti distribusinya benar-benar sesuai target di bawah 50 liter per detik,” terangnya.

Sementara, keluhan masyarakat mengenai air keruh ini turut mendapat tanggapan Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Utara, H. Taufik Nugraha.

Dia meminta PDAM dapat memperhatikan apa yang menjadi keluhan masyarakat selama ini. Dia berharap peningkatan kualitas layanan air bersih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Perlu menjadi perhatian pemerintah terkait kualitas air yang disalurkan kepada warga, salah satunya dengan menambah IPA yang saat ini sudah tidak lagi memadai untuk melayani masyarakat Barito Utara,” tegas Taufik, Selasa 6 Januari 2026.

Menurutnya, keterbatasan kapasitas pengolahan air tersebut berdampak langsung pada kualitas air yang sampai ke rumah warga, yang kerap dikeluhkan keruh dan tidak jernih.

Rekomendasi Berita  Komisi II DPRD Barut Puji Respons Cepat Bupati Tangani Kelangkaan BBM, Minta SE Disempurnakan

Komisi II DPRD yang membidangi pemerintahan dan ekonomi, termasuk BUMD seperti PDAM, menerima banyak aspirasi masyarakat terkait masalah ini.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini mengutarakan, jika harus maka akan memanggil untuk melakukan pemantauan atau evaluasi lebih lanjut kepada PDAM.

Meski demikian, Taufik menyatakan pihak legislatif masih memberikan ruang bagi pihak eksekutif, dalam hal ini manajemen PDAM, untuk melakukan perbaikan.

“Kita masih menunggu dan memberi kesempatan kepada eksekutif untuk memperbaiki layanan PDAM,” pungkasnya.(*)

Penulis : Leonardo

Editor : Apri