
kabarmuarateweh.id, Muara Teweh – Erni, seorang ibu rumah tangga berusia sekitar 21 tahun yang berasal dari Desa Luwe Hulu, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam kamar sebuah barak yang terletak di RT 4A, Jalan Revolusi, kawasan Simpang Jingah, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara. Penemuan tersebut terjadi pada Senin, 1 September 2025, sekitar pukul 11.00 WIB.
Jasad Erni ditemukan dalam posisi tergantung, dengan leher terlilit tali yang diduga merupakan bekas ayunan anak kecil. Korban pertama kali ditemukan oleh suaminya, Herga Afrianor, yang merupakan warga Muara Teweh. Saat itu, Herga pulang ke barak dan mendapati istrinya sudah dalam kondisi tak bernyawa.“Saya syok dan tidak menyangka sama sekali,” ujar Herga dengan suara bergetar, saat ditemui pada Senin siang.
Barak lokasi kejadian milik Epen. Mayat ditemukan di sisi paling kanan dati barak tiga pintu tersebut. Korban baru tinggal di barak itu sekitar dua minggu.
“Saya dapat informasi ada warga bunuh diri”, kata Ketua RT 4A, Kelurahan Jingah, Bardin atau lebih dikenal dengan nama kesayangan Ibay.(Melkianus He)
Rt 4 A Kelutahan Jingah, Ketua RT Batsin alias Ibay. Jalan Rebolusi, Simpang Jingah
Korban Erni (21-an) asal Luwe Hulu.
Sang suami bekerja di bengkel. “Saya, tidak menyangka sama sekali”, kata Herga Afrianor, suami korban.
Herga Afrianor menceritakan bahwa pagi itu, sekitar pukul 10.00 WIB, ia sempat keluar rumah untuk membeli pilox. Namun, saat kembali ke barak dan membuka pintu kamar, ia dikejutkan oleh pemandangan memilukan—istrinya, Erni, sudah dalam keadaan tergantung dan tak bernyawa.
“Pas saya pulang, buka pintu… saya lihat istri sudah dalam kondisi mengenaskan”, ungkap Herga dengan nada terpukul.
Diketahui, pasangan suami istri tersebut menempati salah satu kamar di barak tiga pintu milik warga bernama Epen. Mereka menempati kamar paling ujung sebelah kanan dan baru sekitar dua minggu terakhir tinggal di sana sebagai penyewa.(*)
Penulis : Leonardo
Editor : Apri













