kabarmuarateweh.id – Ketika antrean panjang di depan toko emas ramai dibicarakan di media sosial, para pedagang logam mulia profesional mulai menunjukkan kecemasan.
Fenomena tersebut menandakan meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai aset investasi, namun sekaligus memunculkan kekhawatiran akan potensi overextending di pasar.
Menurut Nicky Shiels dari MKS Pamp SA, aktivitas perdagangan emas saat ini tergolong sangat padat dan telah melampaui berbagai indikator teknis. Harga emas yang menembus rekor baru di kisaran $4.400 per ons semakin memperkuat kekhawatiran bahwa pasar tengah berada dalam kondisi overbought.
Dalam situasi seperti ini, investor perlu berhati-hati dengan menimbang secara cermat antara risiko dan potensi keuntungan dari investasi emas. Pertanyaannya, apakah tren kenaikan harga emas akan terus berlanjut, atau justru menghadapi koreksi tajam dalam waktu dekat?
Perubahan dinamika pasar ini menuntut refleksi mendalam bagi para pelaku investasi: apakah saat ini waktu yang tepat untuk membeli, menjual, atau menunggu? Di tengah ketidakpastian ekonomi global, keputusan tersebut menjadi semakin penting untuk dipertimbangkan dengan matang.
kabarmuarateweh.id, LAMPEONG – Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, menegaskan pembangunan infrastruktur yang masuk dalam program prioritas 11–12 Gaspol menjadi langkah strategis...