Foto Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Tajeri

Kabarmuarateweh.id – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Tajeri, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Barito Utara atas keberhasilan dalam mengungkap kasus pembunuhan tragis yang menewaskan lima orang dalam satu keluarga di wilayah perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Ia menilai langkah cepat dan sigap aparat kepolisian patut diapresiasi, mengingat kasus tersebut sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan setelah Tim Satreskrim Polres Barito Utara berhasil menangkap tiga orang terduga pelaku dalam waktu singkat, yakni hanya sehari setelah peristiwa berdarah tersebut. Keberhasilan ini dinilai sebagai bukti komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan serta memberikan rasa keadilan bagi masyarakat, Minggu (19/4/2026).

“Saya mengapresiasi kinerja Polres Barito Utara, luar biasa. Hanya berselang satu hari, pelaku pembunuhan yang menewaskan 5 orang dan 1 orang luka berat sudah ditangkap. Ini tentunya berkat kerja keras Tim Kapolres Barito Utara yang bergerak cepat dan tanggap terhadap kejadian ini,” ujar H. Tajeri kepada awak media di Muara Teweh, Selasa (21/4/2026).

Rekomendasi Berita  Hasrat, Anggota DPRD Barito Utara, Desak Penegakan Hukum Tegas Terkait Konflik Lahan PT NPR

Menurutnya, kecepatan dan ketanggapan aparat kepolisian dalam mengungkap kasus yang sempat membuat geger warga ini patut diberikan acungan jempol. Ia menilai hal ini membuktikan keseriusan Polres Barito Utara dalam memberikan rasa aman dan keadilan bagi masyarakat.

Sebagaimana diketahui, peristiwa pembunuhan sadis terjadi di kawasan Desa Benangin II, Kecamatan Teweh Timur, Minggu (19/4) sekitar pukul 16.30 WIB.

Satu keluarga yang terdiri dari enam orang menjadi korban, dengan lima orang meninggal dunia yakni Cuah (55), Hasna (40), Tasya Haulina (17), David (3), dan Ono (50), serta satu korban luka berat bernama Alfian (40) yang masih dirawat di RSUD Muara Teweh .

Polres Barito Utara berhasil menangkap tiga terduga pelaku di tiga lokasi berbeda pada Selasa pagi (21/4), yaitu VN (pria), LK (pria), dan SA (perempuan).

Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febiyanto menyebutkan peristiwa ini dipicu oleh sengketa perebutan lahan antara dua kelompok keluarga yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Pihaknya juga telah menyita barang bukti sebilah mandau, serta menyelidiki adanya luka bekas tembakan pada korban.(*)

Rekomendasi Berita  Legislator Barut Al Hadi Sebut Peran Pemuda Sangat Vital dalam Membentuk Ekosistem Digital

Penulis : Yehezkiel

Editor : Dadang Hardiwan