
kabarmuarateweh.id – Memanasnya situasi politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah imbas dari eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) bersama sekutunya Israel dengan Iran membuat Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Barito Utara bergerak cepat. Masyarakat yang berencana menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci diminta untuk menunda keberangkatan sementara waktu hingga kondisi keamanan di kawasan tersebut dinilai lebih kondusif.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi demi menjaga keselamatan jamaah. Pemerintah melalui Kemenag juga mengingatkan agar calon jamaah tetap memantau informasi resmi dari penyelenggara perjalanan ibadah umrah serta pemerintah, mengingat konflik di Timur Tengah berdampak pada keamanan penerbangan dan perjalanan menuju Arab Saudi.
Imbauan ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Barito Utara, H. Alpiansah. Menurutnya, kondisi di Timur Tengah saat ini sedang tidak kondusif sehingga membahayakan keselamatan jamaah.
“Saat ini keamanan di sana sedang tidak kondusif. Ada baiknya masyarakat muslim yang hendak umrah menahan diri dulu. Kami khawatir jika dipaksakan, jamaah akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan di perjalanan akibat situasi di Timur Tengah yang sedang memanas,” ujar H. Alpiansah ditemui belum lama tadi.
H. Alpiansah menjelaskan bahwa situasi genting ini dipicu oleh meningkatnya tensi perang yang melibatkan negara-negara besar. Kondisi tersebut dinilai turut menyeret Arab Saudi sebagai lokasi tujuan ibadah umrah ke dalam zona yang tidak aman.
“Kondisi negara Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, ikut terseret akibat membesarnya eskalasi perang antara Amerika Serikat sebagai sekutu Israel yang saat ini berperang dengan Iran. Ini harus menjadi kewaspadaan kita bersama,” tambahnya.
Imbauan ini ditujukan kepada calon jamaah umrah dan agen perjalanan (travel umroh) agar memahami kondisi dan perkembangan di Timur Tengah khususnya Arab Saudi.
Oleh karena itu, H. Alpiansah berharap para pengusaha travel umrah dapat berperan aktif dan bijak dalam menyikapi situasi. Ia meminta agar agen travel turut serta memberikan pemahaman yang utuh kepada jamaah mengenai kondisi terkini di Arab Saudi.
“Kami harap agen travel bisa berbesar hati dalam membimbing dan menjelaskan situasi sebenarnya kepada jamaah. Tujuannya agar tidak ada pihak yang dirugikan, baik jamaah maupun travel itu sendiri. Komunikasi yang baik adalah kunci agar keputusan menunda ini bisa diterima semua pihak dengan lapang dada,” pungkasnya.(*)
Penulis : Yehezkiel
Editor : Apri













