
kabarmuarateweh.id, MUARA TEWEH – Harga tiket pesawat rute Muara Teweh–Banjarmasin di Bandara H. Muhammad Sidik menjadi sorotan sekaligus keluhan para penumpang. Masyarakat menilai tarif keberangkatan mengalami kenaikan yang cukup signifikan sehingga terasa memberatkan.
Menindaklanjuti berbagai aspirasi tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara memanggil pihak maskapai Lion Group serta Kepala Bandara H. Muhammad Sidik untuk memberikan penjelasan secara resmi.
Rapat Dengar Pendapat (RDP) dilaksanakan pada Kamis, 19 Februari 2026, bertempat di Aula Rapat DPRD Kabupaten Barito Utara. Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Barito Utara, Hj. Henny Rusgiaty Rusli, dan dihadiri unsur terkait guna membahas secara terbuka persoalan tarif tiket yang dikeluhkan masyarakat.
Sejumlah pertanyaan dan sorotan dari anggota dewan yang berhadir mempertanyakan alasan maskapai Lion Grup seperti Wings Air yang beroperasi dengan rute Muara Teweh – Banjarmasin menaikkan harga tiket dengan kenaikan signifikan bahkan mencapai 100 persen lebih.
“Ini kenapa harga tiket bisa semahal sekarang, padahal dulu masih diangka Rp800 ribu, tetapi dengan rute yang sama ke Banjarmasin malah lebih mahal bisa capai Rp1,8 juta,” tanya Waket II DPRD Barut, Henny.
Menurut Henny, kondisi ini membuat masyarakat Barito Utara sebagai pengguna layanan Bandara HMS tidak dapat sepenuhnya menikmati layanan menggunakan akomodasi udara disebabkan melonjaknya harga tiket pesawat.
“Kita ini jalur vital bagi masyarakat di daerah, tentu kita masih membutuhkan segala akses seperti akomodasi udara ini untuk menuju daerah lain. Ini soal akses dan kebutuhan masyarakat,” terang politisi PDI Perjuangan ini.
Sementara, pihak maskapai yang diwakili Communication Strategy Lion Grup, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, kondisi saat ini tidak lain karena adanya kenaikan Avtur sebagai bahan bakar pesawat.
“Saat ini harga avtur mengikuti kenaikan mata uang Amerika Dollar, dulu harga avtur masih bisa ada di bawah karena dollar ada diangka Rp25 ribu untuk 1 Dollar, tetapi sekarang ada kenaikan dari Rp15 ribu naik ke Rp17 ribu,” ujar Danang.
Namun, lebih lanjut, Danang mengatakan akan menyampaikan semua usulan pihak dewan yang mewakili masyarakat untuk disampaikan ke dalam rapat internal sebagai bahan pertimbangan.
“Masukan bapak dan ibu anggota dewan tentu akan saya sampaikan ke pihak atasan supaya menjadi bahan diskusi kami, dan meningkatkan pelayanan kami ke depan,” ungkap Danang.(*)
Penulis : Leonardo
Editor : Aprie













