
Ia menegaskan, perusahaan tidak boleh mengabaikan hal tersebut. Selain itu, ia juga mengkritik kondisi jalan yang kurang diperhatikan, yang menurutnya dapat menimbulkan dampak masalah lainnya jika tidak segera ditangani.
“Masalah jalan yang kurang diperhatikan bisa menimbulkan dampak masalah yang lain. Pihak perusahaan jangan sampai mengabaikan hal-hal seperti debu yang sangat berbahaya bagi kesehatan,” tegas Edi dalam pernyataannya, Senin (26/1/2026).
Politisi Demokrat ini pun mempertanyakan mengapa penanganan masalah ini harus menunggu hingga kepala daerah dan anggota DPRD turun ke lapangan. Ia berpendapat, seharusnya ada langkah proaktif dan responsif dari eksekutif maupun pelaku usaha sebelum masalah menjadi semakin parah.
Di sisi lain, Edi Pran Aji juga menyentuh persoalan bantuan sosial (bansos) Tali Asih yang dinilainya belum cukup signifikan meringankan beban masyarakat. Ia mempertanyakan efektivitas bantuan sebesar Rp50.000 per Kepala Keluarga (KK) per bulan.
“Kami juga mempertanyakan efektivitas Tali Asih kepada masyarakat yang nilainya hanya Rp50 ribu per KK per bulan. Apakah ini sudah tepat sasaran dan cukup membantu di tengah kondisi ekonomi saat ini?” tanyanya.
Edi berharap, baik perusahaan maupun pemerintah dapat lebih mendengarkan aspirasi dan keluhan masyarakat.
“Kami akan mengawal dan menyuarakan kepentingan publik, mendorong perbaikan kondisi lingkungan, infrastruktur, serta program sosial yang lebih tepat guna dan berkelanjutan bagi warga Barito Utara,” pungkasnya.(*)
Penulis : Yehezkiel
Editor : Apri













