Anggota DPRD Barito Utara (Barut), Kalteng, Wardatun Nur Jamilah. Foto: @wnj_warda/Instagram

kabarmuarateweh.id, MUARA TEWEH – Anggota DPRD Barito Utara (Barut), Kalteng, Wardatun Nur Jamilah, berharap pembangunan untuk lebih memprioritaskan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah setempat.

Hal itu, menurut dewan Barut Wardatun Nur Jamilah, termasuk daerah-daerah terpencil yang selama ini sering terabaikan dari pemerataan pembangunan berkelanjutan.

Guna memastikan pembangunan yang efektif dan tepat sasaran, dewan dari PPP Barut ini mendorong keterlibatan dalam hal ini partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.

“Keterlibatan masyarakat ini, dinilai penting untuk memastikan bahwa pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi warga,” ujarnya, Selasa pagi (15/7/2025).

Ia juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan untuk mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh penjuru Barut.

“Pembangunan harus merata, jangan sampai daerah terpencil tertinggal dan semakin terisolasi dari pembangunan yang selama ini terlihat lebih fokus di kecamatan terdekat,” imbuh dewan dari Daerah Pemilihan III Barut ini.

Dia juga menyoroti kerentanan Barut terhadap bencana alam seperti banjir setiap tahunnya. Ia menekankan perlunya prioritas pada penataan lingkungan dan mitigasi bencana, termasuk penguatan sistem peringatan dini dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup.

Rekomendasi Berita  Dewan Rosi Ajak Generasi Muda Barito Utara Kembangkan Inovasi dan Tingkatkan Kapasitas‐Inovasi

“Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang keselamatan dan keberlanjutan hidup masyarakat,” tegasnya.

Dia juga meminta pemerintah daerah untuk memperhatikan pembangunan infrastruktur dasar di daerah terpencil.

“Dalam hal ini infrastruktur, soal akses jalan, jembatan, dan air bersih yang memadai, yang selama ini masih menjadi kendala utama di banyak wilayah Barito Utara,” pungkas dewan Barut Wardatun Nur Jamilah.

Editor: Aprie