
kabarmuarateweh.id, PURUK CAHU – Sesuai permintaan pihak Pemprov Kalteng, yang mengharapkan Murung Raya (Mura) bisa menjadi sentra penghasil tanaman padi dan coklat hingga bisa menyiapkan lahan seluas 10 hektare.
Pasalnya tanah Mura yang berbukit memiliki prospek luar biasa baik untuk tanaman padi lahan kering serta coklat, bahkan tanpa dibudidaya tanaman coklat dan kopi bisa tumbuh subur.
Menindaklanjuti Itu, Pj Bupati Mura Hermon mengatakan, Pemkab Mura melaksanakan studi banding ke pusat pengembangan coklat dan kopi yang ada di Jember, Jawa Timur (Jatim)
“Untuk memulai rencana ini, kami pemerintah kabupaten melaksanakan studi banding ke pusat pengembangan coklat dan kopi yang ada di Jember, Provinsi Jawa Timur pada 11 Juli 2024 ini,” kata Pj Bupati Hermon pada Selasa (9/7/2024).
Dia mengatakan, dalam rangka mengaji pengembangan tanaman coklat yang sudah berhasil di Kabupaten Jember, Pemkab Mura juga melibatkan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) kabupaten setempat.
“Dalam Studi banding Ini kami ingin melihat Murung Raya ke depan nantinya selain penghasil hasil tambang dan hasil karet, juga nanti ada coklat atau kakao, kopi dan juga tanaman padi,” beber Pj Bupati Hermon.
Menurutnya, kondisi tanah Murung Raya yang berbukit memiliki prospek luar biasa baik untuk tanaman padi lahan kering serta coklat, bahkan tanpa di budidaya tanaman coklat dan kopi bisa tumbuh subur.
Keyakinan itu karena dirinya sudah berkunjung ke semua kecamatan di Murung Raya, dan hampir selalu terlihat tanaman coklat maupun kopi tumbuh di mana-mana.
“Saat ini Kakao per kilogram mencapai Rp 150 ribu. Jadi, kalau dibandingkan dengan karet, tentunya harga kakao lebih menjanjikan,” tukas Hermon.
Editor: Aprie













