Jasad ABK bernama Muhammad Sibawai alias Seba (27) korban tenggelam feri penyeberangan di perairan Sungai Barito wilayah Bintang Ninggi II, Barito Utara, Kalteng, ditemukan 500 meter dari titik tenggelam. Foto: Tim Relawan

kabarmuarateweh.id, MUARA TEWEH – 24 jam lebih dinyatakan hilang tenggelam, anak buah kapal (ABK) korban Feri penyeberangan karam di perairan Sungai Barito Bintang Ninggi II, Barito Utara (Barut), Kalteng, akhirnya ditemukan meninggal dunia, Selasa (9/7/2024) sekira pukul 10.30 WIB.

Korban bernama Muhammad Sibawai alias Seba (27) ditemukan sekitar 300 meter dari titik tenggelamnya kapal feri penyeberangan naas tersebut.

“Korban ditemukan kurang lebih 300 meter dari lokasi karamnya kapal feri tepatnya di pinggir depan Jetty SMM,” kata Rosdianor warga Bintang Ninggi II, kepada media ini via pesan WhatsApp, Selasa.

Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Muara Teweh untuk dilakukan visum sebelum diserahkan ke pihak keluarganya untuk dilakukan pemakaman.

Diberitakan sebelumnya, Tim SAR Gabungan dibantu warga kembali melanjutkan pencarian anak buah kapal (ABK) kapal feri penyeberangan yang diduga hilang tenggelam di perairan Sungai Barito, Senin (8/7/2024) sekira pukul 19.30.

Feri penyeberangan itu diduga mengalami kebocoran di lambung kapal wilayah Bintang Ninggi II, Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalteng pada Ahad (7/7/2024) malam.

Rekomendasi Berita  Pegedar Sabu ke Sopir Tambang Diciduk Polisi di Desa Hajak

Tim SAR gabungan terdiri dari BPBD Barut, personel kepolisian dan TNI juga warga setempat melakukan penyisiran dari di titik lokasi korban bernama Muhammad Sibawai alias Seba (27) tenggelam.

Namun hingga pagi menjelang siang pukul 11.25 WIB korban belum ditemukan Tim SAR Gabungan yang dibantu warga sekitar.

Sebelumnya, kapal feri dinahkodai Andiman dengan 2 ABK Johan Pijannata Sampawang (24) asal Bandung berdomisili di Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Barito Selatan dan Muhammad Sibawai alias Seba (27) asal Lombok, NTB, berdomisili di Desa Batu Raya II, Kecamatan Gunung Timang, Barut, mengalami insiden tenggelam pada Ahad malam kemarin.

Feri tenggelam saat menyeberang dari Dermaga PT Bimal menuju Desa Bintang Ninggi II. Kapal feri dilaporkan membawa 2 unit mobil jenis Hilux milik CV Sintiya Mandiri dan PT ABB, serta mengangkut 1 motor milik warga bernama Bahagia.

Salah satu dari 2 ABK feri nahas itu, Johan Pijannata Sampawang, mengatakan kronologis awal feri tenggelam itu. Terdapat sejumlah penumpang yang ikut menyeberang bersama 2 mobil dan 1 motor.

Rekomendasi Berita  Sudah Tau Belum Kue Khas Perayaan Imlek? Yuk Simak Penjelasannya

“Ada sekitar delapan atau sembilan penumpang saat itu termasuk kami ABK,” kata Johan ditemui di RSUD Muara Teweh.

Editor: Aprie