Menu Diet
Menu Diet. (freepik)

KABARMUARATEWEH.ID – Para ilmuwan baru-baru ini meneliti dampak diet ketogenik terhadap organ tubuh tikus, mengungkapkan potensi risiko diet ini.

Diet ketogenik, yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat, sering kali digunakan untuk menurunkan berat badan dengan cepat, tetapi para ahli medis khawatir akan efek jangka panjangnya.

Penelitian yang diterbitkan di Science Advances oleh peneliti dari UT Health San Antonio mengamati bahwa tikus yang menjalani diet ketogenik menunjukkan peningkatan tingkat penuaan sel di organ tubuh mereka. Hal ini dibandingkan dengan tikus dalam kelompok kontrol yang tidak menjalani diet tersebut.

Scott Keatley, seorang ahli gizi yang tidak terlibat dalam penelitian, menekankan pentingnya temuan ini karena menunjukkan bagaimana diet ketogenik jangka panjang dapat menyebabkan penuaan sel dan disfungsi pada organ penting seperti ginjal dan jantung.

Keatley menyarankan agar diet ketogenik harus dipertimbangkan dengan cermat, terutama durasi dan komposisinya, khususnya untuk pasien dengan masalah organ atau yang berisiko terkena penyakit kronis.

Dia juga menekankan perlunya uji coba longitudinal pada manusia untuk memahami efek jangka panjang diet ketogenik pada penuaan sel, terutama pada pasien epilepsi.

Rekomendasi Berita  Intip Cara Membuat Minuman Kolagen Tanpa Wortel Agar Wajah Cerah dan Tampak Muda menggunakan 3 Bahan

Menurut Keatley, meskipun diet ketogenik memiliki manfaat dalam penanganan epilepsi dan penurunan berat badan, efek jangka panjangnya belum sepenuhnya dipahami dan mungkin mencakup risiko kesehatan yang signifikan.

Keatley menyarankan agar siapa pun yang mempertimbangkan diet ketogenik melakukannya di bawah bimbingan medis untuk memastikan keselamatan dan efektivitasnya.